Sabtu, 24 November 2012

Sentimen Konsumen AS Dirundung Ketidakpastian



JAKARTA, KOMPAS.com — Sentimen konsumen di Amerika Serikat tertahan pada akhir November. Ini seiring berkembangnya ketidakpastian mengenai pajak negara bagian dan program belanja tahun depan.


Berdasarkan Thomson Reuters/University of Michigan yang dikutip riset Monex Investindo Futures di Jakarta, Kamis (22/11/2012), indeks sentimen konsumen AS berada pada 82,7, naik tipis dari 82,6 pada bulan sebelumnya. Namun, angka itu turun dari prediksi bulan lalu, yaitu sebesar 84,9.
Kondisi ini turut menahan kenaikan di pasar modal negara itu, semalam waktu Indonesia.

Sentimen di tingkat global sendiri terus variatif. Belum adanya persetujuan Eropa untuk mencairkan dana talangan bagi Yunani dan kekhawatiran bank sentral AS atas bahaya jurang fiskal AS membayangi kinerja bursa saham Asia.

Indeks Nikkei meraih level tinggi dua bulan seiring berlanjutnya pelemahan yen akibat merebaknya harapan Bank of Japan akan mengambil tindakan yang agresif. Indeks Kospi turun 0,3 persen setelah pertemuan Eurogroup gagal menyetujui pencairan dana talangan untuk Yunani. Indeks Hang Seng menguat 1,4 persen seiring munculnya isu bahwa China akan menurunkan giro wajib minimum perbankan.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/22/08494152/Sentimen.Konsumen.AS.Dirundung.Ketidakpastian

Analisis : sentimen konsumen di Amerika Serikat tertahan seiring berkembangnya ketidakpastian mengenai pajak negara bagian. lalu sentimen di tingkat global sendiri terus variatifdan belum adanya persetujuan Eropa untuk mencairkan dana. Indeks Nikkei meraih level tinggi dua bulan seiring berlanjutnya pelemahan yen, Indeks Hang Seng menguat 1,4 persen seiring munculnya isu bahwa China akan menurunkan giro wajib minimum perbankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar