JAKARTA, KOMPAS.com — Perekonomian zona euro sedang menuju kerterpurukan terdalam sejak awal 2009 sehingga semakin menimbulkan kecemasan di pasar. Untungnya, sentimen itu tertolong oleh berita pabrik-pabrik di China kembali bertumbuh bulan lalu, mengingat posisi China sebagai sumber pertumbuhan global.
Data Purchasing Managers' Index (PMI) terkini setidaknya menunjukkan pelambatan pada perekonomian global tidak bertambah buruk meski Eropa masih terpuruk. Indeks PMI AS yang dirilis hari Rabu (21/11/2012) menunjukkan sektor manufaktur bertumbuh dengan laju paling cepat dalam lima bulan. Sementara sektor manufaktur China berekspansi untuk pertama kalinya dalam 13 bulan.
Meski demikian, seperti dikutip tim riset Monex Investindo Futures, mata uang euro optimistis bantuan untuk Yunani akan cair. Euro melonjak ke posisi tertinggi tiga pekan versus dollar AS pada hari Kamis (22/11/2012). Ini terjadi di tengah harapan bahwa kreditur internasional akan segera menyepakati bantuan tahap berikutnya untuk Yunani.
Mata uang tunggal itu juga terbantu oleh data yang menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro yang tidak seburuk ekspektasi pada bulan November sehingga meredakan kekhawatiran tentang resesi yang lebih dalam. Namun, pemulihan euro terlihat rapuh seiring masih suramnya prospek ekonomi dalam beberapa bulan mendatang, yang menjaga kemungkinan penurunan suku bunga oleh European Central Bank.
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/23/09110734/Perekonomian.Zona.Euro.Makin.Terpuruk
Analisis : Perekonomian zona euro sedang menuju kerterpurukan terdalam yang menimbulkan kecemasan dipasar, namun tertolong dengan adanya pabrik-pabrik china yang kembali tumbuh. Mata uang euro optimistis bantuan untuk Yunani akan cair, Euro melonjak ke posisi tertinggi tiga pekan versus dollar AS. Pemulihan euro terlihat rapuh seiring masih suramnya prospek ekonomi dalam beberapa bulan mendatang, yang menjaga kemungkinan penurunan suku bunga oleh European Central Bank.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar