JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menuding pemerintah mengabaikan perkeretaapian. Indikasinya adalah belum dianggarakannya biaya perawatan rel (infrastructure maintenance and operation/ IMO) pada tahun 2013.
"Para pejabat itu berpikirnya aneh. Harusnya, jangan dipandang dana IMO itu untuk PT Kereta Api Indonesia sebagai operator, tetapi juga bagi rakyat. Ingat, yang ditolong dengan dana IMO itu adalah rakyat," ujar Djoko, Minggu (25/11/2012) di Jakarta.
Kementerian Perhubungan kini masih berusaha supaya IMO dapat masuk mata anggaran di APBN Perubahan 2013. Bila dikabulkan, secara teori dananya baru akan cair pada semester dua tahun 2013, sehingga patut dipertanyakan darimana dana perawatan rel pada semester satu tahun 2013.
Djoko mengemukakan, ketidakberpihakan terhadap perkeretaapian sangat kontradiktif, dengan perjuangan mempersuasi masyarakat untuk menaiki angkutan umum. "Kehandalan kereta menurun, justru ditengah kekhawatiran kita terhadap penggunaan kendaraan pribadi," ujar Djoko.
Dia menegaskan, angka kecelakaan terus naik, subsidi BBM juga terus melambung. Kondisi itu hanya dapat diantisipasi dengan penguatan perkeretaapian dan angkutan umum darat. "Bagaimana bila dana pemeliharaan prasarana tidak diberikan?" tanya Djoko.
Sumber :http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/25/12570042/Pemerintah.Mengabaikan.Perkeretaapian
Analisis : Pemerintah mengabaikan pengkeretaapian karena belum turunnya anggaran untuk biaya perawatan.Ketidakberpihakan terhadap perkeretaapian sangat kontradiktif, dengan perjuangan mempersuasi masyarakat untuk menaiki angkutan umum. "Kehandalan kereta menurun, dengan menguatkan pengkeretaapian dan angkutan umum diperkirakan akan mengurangi angka kecelakaan yang terus meningkat. Namun semua tidak akan berjalan dengan baik apabila dana tetap tidak diberikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar