JAKARTA, KOMPAS.com -
Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah lebih
tinggi dibanding negara lain. Namun pertumbuhan tersebut masih dinilai
belum optimal.
Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan
Perbankan Mulya Siregar menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada
kuartal III-2012 telah naik 6,17 persen, lebih rendah dari target semula
6,3 persen.
"Namun pertumbuhan itu masih belum optimal dengan
indikasi di sektor keuangan belum terjadi efisiensi secara maksimal,"
kata Mulya saat konferensi pers Bankers Dinner di Gedung Bank Indonesia
Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Menurut Mulya, sektor keuangan dan
masyarakat Indonesia secara umum ini akan menghadapi Masyarakat Ekonomi
Asean pada 2015 dan integrasi sektor keuangan di 2020.
Untuk
menyambut dua hal tersebut, sektor keuangan harus bisa bersaing di
tingkat regional dan global. Salah satu pekerjaan rumah yang harus
segera diselesaikan adalah menyiapkan industri di sektor keuangan agar
bisa bersaing di regional maupun global. "Memang kuncinya adalah
efisiensi," katanya.
Apalagi kondisi perekonomian global saat ini
masih belum menentu dan masih ada kemungkinan krisis akan kembali. Namun
untuk mengantisipasi, sektor keuangan dinilai harus memiliki cara
khusus yaitu efisiensi di sektor keuangan.
"Nantinya harus ada
efisiensi di teknologi dan sumber daya manusia (SDM). Soalnya ini akan
berdampak ke perekonomian Indonesia," tambahnya.
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/23/22261188/BI.Ekonomi.Tumbuh.Tapi.Belum.Optimal
Analisis : Siapkan industri disektor keuangan agar pertumbuhan ekonomi menjadi optimal dan dapat bersaing di tingkat regional maupun global serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar