Minggu, 25 November 2012

Permintaan Importir atas Dollar AS Tetap Tinggi


JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah atas dollar AS tetap berpotensi melemah meski posisi mata uang euro menguat dalam beberapa perdagangan terakhir. Tingginya permintaan dollar AS dari para importir menjadi salah satu penyebabnya.

Kemarin, mata uang rupiah ditutup menguat di level Rp 9.628 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.633 per dollar AS. Rupiah di sepanjang perdagangan bergerak di kisaran Rp 9.625-Rp 9.637 per dollar AS.

Penegasan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat (Fitch) tetap di BBB- dengan outlookstabil mendorong indeks harga saham gabungan ditutup di zona hijau. Hal itu memberi sentimen positif pada perdagangan rupiah kemarin sore. Namun, hari ini, menurut riset BNI Treasury, rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi melemah lagi.

Non delivery forward satu bulan di pasar offshore pagi ini rupiah dibuka menguat di level Rp 9.647-Rp 9.657 per dollar AS, memang diharapkan memberi sentimen positif terhadap rupiah pagi ini. Namun, permintaan valas oleh importir diproyeksikan masih tetap tinggi menjelang akhir bulan ini sehingga memberi tekanan pada rupiah.

Bank Indonesia diproyeksi masih akan masuk ke pasar valas untuk menjaga kestabilan pergerakan rupiah. Berita pembatalan lelang SUN diprediksi tidak terlalu mempengaruhi pergerakan rupiah di akhir pekan.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/23/09580295/Permintaan.Importir.atas.Dollar.AS.Tetap.Tinggi

Analisis :  Nilai tukar rupiah atas dollar AS tetap berpotensi melemah, tingginya permintaan dollar AS dari para importir menjadi salah satu penyebabnya. Menurut riset BNI Treasury, rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi melemah lagi. Permintaan valas oleh importir diproyeksikan masih tetap tinggi menjelang akhir bulan ini sehingga memberi tekanan pada rupiah. Bank Indonesia diproyeksi masih akan masuk ke pasar valas untuk menjaga kestabilan pergerakan rupiah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar